1.29.2009

otak saya memang (agaknya) bocor

Lah dalah mak bedunduk, pada suatumalam beberapa hari yang lalu danyang dari http://kampoeng.blogspirit.com tiba tiba onlen. dan kemudian membahas tentang sebuah cerita yag akan dia tulis.
balung: kamu jadi bikin cerita yang kemaren itukah?
Rho: :)
Rho: aku harus olah dulu
Rho: soalnya sekarang berantakan
Rho: :))
balung: olah raga?
balung: iya
Rho: olah otak
balung: ben ga kegemukan
balung: olah otak kie isok dimasak tengkleng
balung: uenak banget tengkleng otak kie ambe sumsum
Rho: :-&
balung: weh belom tau diaaa
balung: terus nek gampang2an otak diiris tipis2 digoreng ambe endhog
balung: ;))
Rho: /:)
Rho: otakku sudah cukup merepotkan :D
balung: :-??
balung: merepotkan ya apa?
Rho: merepotkan diri sendiri :))
Rho: jarang-jarang bisa mikir, sekalinya mikir, ternyata yang dipikir tuh bukan hal penting
Rho: asem
balung: yo sekali2 pengen seh, otakku di deleh nang omah njuk aku trus dolan
balung: ga pake mikir
Rho: iyaaaaaaaaaa
balung: kadang saiki dolan kie tetep mikir je
Rho: begituuuu
balung: edan to
Rho: aku sering banget pengin tidur tanpa kepala
Rho: :(
Rho: biar nyenyak...
balung: lah kalo ga pake kepala njuk r isok sun2an karo bojomu nek pas bubuk...
balung: ga wes
balung: mending ga usah pake otak
Rho: kepalanya dijebol? otaknya ditokke?
balung: sik isok sun2an
balung: ho oh ngunu.. dikasi sekrup ben isok bongkar pasang
Rho: gitu ya..
Rho: hooh wis, ketoke ngono waelah
Rho: aku nduwe solasi kok
balung: ojok solase
balung: kenek banyu ucul nda
Rho: hoooo iyo yo
Rho: padahal neng kene sik usum udan
Rho: mosok lagi numpak pit nyang kampus, njuk solasine ucul
Rho: otakke mencolot
Rho: sirahe suwek
balung: mengko nuuk ngglundung disawang londo2 kuwi malah do gilo nda
Rho: njuk wong-wong dho nesu-nesu karo aku, misuh-misuh "kowe ki nduwe utek ora to!!"
balung: "lha kuwi gglundhung"
Rho: :D
Rho: gilo yo
balung: ketoke diposting lucu kie
Rho: hooh, aku setuju! tadi udah kepikiran
Rho: tapi otakku telanjur ngglundhung
Rho: dadine ra iso mikir


yah ternyata kesibukan kantor memang bener2 bikin kepalaku jadi mumet, tensi naik, ga enak makan, tidur ga nyenyak. asemik, jan dadi kangen jaman nganggur....

1.23.2009

KMA

Aku masih mengantuk kala pagi hari 31 Desember 2008, dengn teriakan khasnya, mamaku membangunkanku, menyuruhku membeli koran pagi edisi hari itu. Dengan tubuh menggigil, dan kesadaran yang belum sepenuhya mbalik. kupacu perlahan honda grand 97 yang selama ini menemani loro lopoku dengan perlahan, merayap pelan di jalanan yang semalam telah terguyur hujan. Matakusedikt terbuka, kesadaran perlahan mulai kembali karena pantulan sinar matahari pagi diatas aspal yang masih basah. Dan akhirnya sampai pula aku di kios koran, segera aku bayar selembar koran edisi pagi itu dan mulai membuka halaman demi halaman.
Akhirnya sampai juga aku di bagian pengumuman penerimaan pegawai di kota yang saat ini aku tempati. Lhadalah, perlahan koran edisi pagi itu secara tak sadar aku jatuhkan. aku terduduk lemas.
"Wah ndak ketrima ya mas? mungkin memang belum jodohnya mas jadi PNS", kata penjual koran dengan wajah iba kepadaku.
Masih diatas sadel honda grand 97-ku, aku berkata pada bapak penjual koran itu, "saya ketrima kok pak." segera dengan perlahan aku menjalakan motorku meninggalkan tukang koran yang berteriak " jangan lupa makan-makannya"
Semenjak saat itu, aku mendapatkan beberapa ucapan selamat, dan permintaan untuk makan makan. Aku hany bisa thenger-thenger ketika mereka mengucapkan "Selamat ....". Lah bagemana bisa selamat apabila beberapa tahun ke depan, aku harus bekerja dengan gaji yang jauh dibawah yang aku dapet saat ini. trus harus memakai seragam yang kainnya ga bakalan bis menyerap keringat sehingga sumuknya habgudzubilah syaithon saat bekerja. dan bagemana lagi bisa selamat kalau hari senin harus dateng uthuk-uthuk in the morning untuk mengikuti upacara bendera. lah wong aku dari semenjak terakhir upacara pas penataran P4 bersumpah nggak bakalan ikut upacara bendera lagi.
Sebenernya, aku ikutan seleksi CPNS karena iseng saja. aku nggak kuat kalau harus dipleroki mamaku bila aku nggak ikutan daftar. dus, calon mertua memberikan sebuah catatan kecil bahwa aku boleh menikah bila salah satu udah jadi PNS. jadi dengan nggak niat aku iseng daftar. trus pas wayah temen2 kantor pada belajar soal2 CPNS aku maen Zuma deluxe dan counter strike.
ndilalah pas ujian hujan deres banget. niatnya dikerjaken sekenanya juk terus pulang. jadi aku agak menjadi lebih serius dalam mengerjakan soal ujian. soal matematika dan bahasa bisa kulewati dengan agak berkeringat. namun pas bagian soal Pancasila dan Kewarganegaraan aku pasrah. jurus maut masa Kuliah aku keluarkan. dengan berkomat-kamit Ilmu menghitung kancing aku rapal. dan pas saat waktunya selesai semua soal sudah aku kerjakan.
keluar dari ruangan, aku nyalakan rokok eh ketemu Bang Rhoma, dokter yang jadi rekan kerja sesama verifikator jamkesmas. ngobrol2 bentar dan membuat kesepakatan untuk melanjutkan kontrak jamkesmas tahun 2009. eh ternyata... seperti yang aku tulis diatas... aku ga jadi perpanjangan kontrak. demikian pula dengan Bang Rhoma. saat pengumuman dia juga shock. sebuah masa depan yang pasti sudah terbentang didepannya. bekerja di Rumah Sakit Kota atau di puskesmas. demikian pula denganku. ditambh dengn hal2 yang udah aku sebutkan diatas.

=========
dan akumasih mikir... cicilan CPU + monitor gek mbayarnya pake apaan.. wong kontrak verifikator udah habis dan PNSnya masuknya masih maret... apa mesti pake jurus tinggal glanggang colong playu lagi?

9.29.2008

apa ini salah yaa?

sudah hampir 3 bulan akhirnya punya pekerjaan tetap, ( setelah sebelumnya hampir jadi mahasiswa abadi dan maskotnya fakultas farmasi Unair). Tidak seperti yang aku takutkan sebelumnya bahwa bekerja itu bakalan bikin bosen, bikin jenuh. eh ternyata enggak. memang dari sisi kerjaan butuh ketelitian, wong kerjaannya memeriksa/ istilah kerennya memverifikasi dokumen untuk klaim asuransi Jamkesmas. dan yang diperiksa dalam sehari untuk tempatku ini lebih dari 100 orang pasien. dulu pas pelathan sempat ketar-ketir wong dalam bayanganku bakalan seabreg je. wh ternyata setelah dijalani ya bisa diselesaikan kok. dan masalah gaji, meskipun sempat telat dikirim selama hampir 2 bulan alhamdulillah lumayan cukup lah. kalo buat beli ipod nano ato memory card/VGA card masih turah dan turahannya bisa buat jajan di excelso tiap hari heheheh.
dan yang jadi masalah sekarang, aku kok malah lebih betah ada di kantor tiap hari daripada berada di rumah yah? mungkin ini kesenangan/euforia sesaat. tapi sudah lebih dari 2 bulan je. pada dasarnya aku kan orangnya bosenan...

8.04.2008

seandainya ada

seandainya ada tombol untuk mematikan sejenak pilihan "jatuh cinta" dalam hati, aku rasa hidup akan sedikit menjadi lebih mudah, meskipun akan menjadi sedikit hambar. apakah aku sendirilah yang belum menemukan tombol itu. ataukah aku sendirilah yang memang pada dasarnya mudah sekali untuk jatuh cinta.
dan semuanya menjadi lebih mudah bila cinta tak terbalas. tinggal lari ke Musro, atau ke hugo's. minum banyak, mabuk semalam dan esoknya akan lupa. dan lebih menyakitkan apabila cinta itu terbalas namun karena satu dan lain hal tidak bisa bersama. ada sebuah cabikan dalam hati yang menimbulkan luka menganga.
seandainya tombol itu memang ada, maka bantulah aku menemukannya

7.14.2008

ketika...

Pada awalnya, semuanya terasa mudah. Jarak, kesempatan bertatap muka, keinginan untuk bercerita serta perbedaan cara memandang sebuah masalah bukan merupakan sebuah halangan. Namun itu dulu, pada awalnya. ya, pada awalnya. Mudah, indah dan bisa dijalani. Serta bukan suatu masalah.
Namun pada akhirnya, jarak yang menganga, kesempatan bertatap muka yang sangat singkat rasanya, membuat segalanya menjadi pudar, meredup dan padam. Keinginan bercerita seakan surut bersamaan dengan semakin lebarnya perbedaan cara pandang terhadap masalah. Mendinginkan bara yang dahulu menyala.
Ditambah dengan pola hidup yang berbeda... Aku mahluk malam, yang bersarang didalam gua semenjak fajar hingga senja. Aku tidak suka dengan terik mentari yang menyengat di kepala. Sedangkan dinda, adalah seseorang yang membenci senja. Terbuai nyenyak dalam dinginnya malam. Sinar mentari membuat dinda berpendar, menghangatkan suasana.
Rasa itu datang tak sengaja, dan pergi tiba-tiba. Namun jejaknya masih ada, dan masih terasa. Dan pastinya akan selalu kukenang, meskipun mungkin akan dinda simpan rapat, dalam sebuah peti yang terkunci dan takkan adinda buka kembali. karena, ketika pada saatnya, kita memang perlu berbicara.

and the.... by *balung on deviantART